SmS : 0812 8657 6168

mferrywong@yahoo.com

 

Konseling & Terapi

Home Care Therapy + Conseling

(Sesuai Perjanjian)

 

WA. 0812 8657 6168, BBM 7f9aaabc

 

SIPT : 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akupunktur

by : M Ferry Wong

 

Ilmu akupunktur adalah bagian dari Ilmu Pengobatan China. Menurut buku “ Huang Ti Nei Cing ( The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine ) “ ilmu ini mulai berkembang sejak jaman Batu, yaitu kira- kira 4000 – 5000 tahun yang lalu, dimana digunakan jarum batu untuk menyembuhkan penyakit. Sebuah kasus yang diungkapkan buku tersebut adalah penyembuhan abses dengan penusukan jarum batu .

Buku “ Huang Ti Nei Cing “ adalah sebuah buku ensiklopedi Ilmu Pengobatan China. Diterbitkan pada jaman “ Cun Ciu Can Kuo “ yaitu tahun – tahun antara 770 – 221 sebelum Masehi. Pada jaman itu Ilmu Akupunktur berkembang seperti juga ilmu – ilmu lainnya di negara itu. Bahan jarum akupunktur berubah dari batu ke bambu , dari bambu ke tulang dan dari tulang menjadi perunggu. Dalam buku “ Huang Ti Nei Cing “ diungkapkan mengenai meridian, titik akupunktur, teknik pengobatan dan perjalanan penyakit serta pengobatannya .

Menurut catatan sejarah negara tersebut, pada jaman dinansti Tang ( tahun 265 – 960 ) , Ilmu Akupunktur berkembang dengan pesat dan mulai tersebar ke luar negara asalnya , yaitu : Korea , Jepang dan negara lainnya .

Di negara Korea, Ilmu Akupunktur diperkirakan masuk sejak 2000 tahun yang lampau. Pada tahun 1963 Profesor Kim Bong Han, ahli biologi dari Universitas Pyong Yang telah meneliti, menjelaskan serta mendemostrasikan secara histologis dan elektro – biologis tentang meridian dan titik akupunkturnya dalam “ Teori Sistem Kyung Rak ( Kyung Rak adalah Cing Luo dalam bahasa Korea atau meridian dalam terjemahan buku ini ). Dinyatakan bahwa titik akupunktur terletak di dalam benda – benda kecil ( korpuskel ) dalam sel – sel dibawah kulit manusia ( korpuskel itu diberi nama korpuskel Bonghan ) , dalam korpuskel itu terdapat DNA ( desoxyribonucleic acid ) yang berfungsi penting dalam metabolisme tubuh. Bilamana Teori “ Kyung Rak ” dari “ Prof. Kim Bong Han “ ini telah diakui secara internasional maka ini merupakan sebuah revolusi dalam bidang ilmu kedokteran .

Di Amerika Serikat, Ilmu Akupunktur telah berkembang lama dalam lingkungan “ China Town “ di kota San Francisco dan New York. Dalam delapan tahun ini Ilmu Akupunktur telah merebut perhatian dinegara tersebut ; para dokternya mulai mempelajari , menyelidiki , riset dan mempraktekkannya. Di Elstein Hospital dan Massachusset Hospital telah dilakukan penyelidikan mengenai anestesia dengan akupunktur. Dr. Allen Russek dari Institut of Rehabilitation dan Medicine New York, telah berhasil dalam pengobatan penghilang rasa nyeri pasien pada penderita penyakit kronis dengan akupunktur ; para dokter di Michigan’s Northville State Hospital juga melakukan cara anestesia dengan akupunktur pada beberapa pembedahan, antara lain : pencangkokan kulit sampai eksisi tumor , operasi hernia , pencabutan gigi dan tonsilektomi ; hasil yang dilaporkan adalah memuaskan .

Perkembangan akupunktur di Indonesia setua adanya perantau China yang tiba di Indonesia. Hanya saja Ilmu Akupunktur hanya hidup terbatas dalam lingkungan sendiri dan sekitarnya, dan hanya Shin She ( orang yang di tuakan / sesepuh ) saja yang melakukan praktek tersebut .

Pada tahun 1963 atas instruksi Menteri Kesehatan masa itu “ Prof. Dr. Satrio, Departemen Kesehatan meneliti dan mengembangkan cara pengobatan Timur, termasuk Akupunktur untuk membentuk sebuah Team Riset Ilmu Pengobatan Tradisional Timur . Maka mulai saat itu praktek akupunktur diadakan secara resmi di Rumah Sakit Umum Pusat, Jakarta yang kemudian berkembang menjadi sebuah Sub Bagian dibawah bagian Penyakit Dalam, dan selanjutnya menjadi Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo ( RSCM ) pada masa ini.  Disamping memberikan pelayanan poliklinis terhadap pengunjung / pederita, Unit Akupunktur Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo juga menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan dokter ahli akupunktur baru .

Sasaran Akupunktur adalah merangsang kemampuan tubuh dalam menyembuhkan diri sendiri. Seorang terapis akan memegang / menekan berbagai titik pada tubuh / sistem otot untuk merangsang energi dari tubuh sendiri. Ransangan tersebut menyingkirkan sumbatan energi dan rasa lelah .Ketika semua jalur energi terbuka dan aliran energi tidak lagi terhalang oleh ketegangan otot / hambatan yang lain, maka energi tubuh akan menjadi seimbang . Keseimbangan membawa kesehatan yang baik & perasaan sejahtera. Jika salah satu dari jalurnya terhambat / tersumbat, maka perlu aplikasi dengan tekanan yang tepat menggunakan jari untuk mengendurkan ketegangan otot, membuat sirkulasi darah lancar dan menstimulasi atau menyeimbangkan aliran energi .

 

Pengobatan Akupunktur relatif aman hal ini bisa di nilai dari :

  • Jarum akupunktur hanya satu kali digunakan – langsung dibuang

  • Hasilnya memuaskan

  • Ekonomis

  • Tanpa efek samping .

Metode Akupunktur didasarkan pada pengobatan :

  • Modern

  • Fisiologi, dan

  • Patologi

Metode itu lalu dikombinasikan dengan pengobatan tradisional berdasarkan :

  • Meridian

  • Titik akupunktur

  • Organ Cang - Fu

  • Pengetahuan tentang perawatan

 

 

 

Komposisi :

* Andrographis Paniculata (Sambiloto)      25 mg

* Centela Asiatica (Pegagan)                     25 mg

* Gryptophylum Pictum (Daun Ungu)         25 mg

* Curcuma Xanthorizza (Temulawak)       10 mg

 

 

Botol isi : 30's kapsul

POM TR 103 310 301

HNA : Rp. 60.000,-

 

Pengiriman melalui jasa kurir TIKI.

Natural Fit

 

Manfaat :

  • Membantu sirkulasi darah

  • Membantu memelihara daya tahan tubuh

  • Menambah stamina dengan lancarnya peredaran darah

  • Menjaga fungsi liver tetap prima walaupun ada gangguan polusi, stress karena terlalu banyak bekerja , makan - makanan yang banyak mengandung lemak, dll.

  • Menjaga kadar lemak dan kolesterol darah tetap stabil.

  • Menjaga stabilitas penderita hepatitis .

  • Memperbaiki dinding sel dari sisi protein.

  • Meningkatkan produksi dan aliran cairan empedu, sehingga dapat meningkatkan sistem pencernaan

  • Mengikat toxin dalam darah

  • Merangsang RNA polimerase A

  • Membantu melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh terapi antiretroviral ( ART ) pada orang HIV.

Cara pemakaian :

Pencegahan            : 1 - 2 Kapsul

Keluhan                  : 3 x 1 - 2 kapsul