SmS : 0812 8657 6168

mferrywong@yahoo.com

 

Konseling & Terapi

Home Care Therapy + Conseling

(Sesuai Perjanjian)

 

WA. 0812 8657 6168, BBM 7f9aaabc

 

SIPT : 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010

 

 

 

 

 

HIV dan Akupunktur

Jurnal Bogor, 23 Sept 2010
Rubrik : Kesehatan

Ass. Wr. Wb Pak Ferry. Saya seseorang yang tinggal di Bogor. Ada saudara saya  terkena HIV.  Itu baru diketahui beberapa hari lalu setelah pemeriksaan darah. Apakah penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan pengobatan Pak Ferry? Kira-kira herbal apa yang harus dikonsumsi olehnya? Terima kasih.

No Name | 0856878xxxx

Jawaban :
Wass. Wr. Wb Saudara/i No Name yang dirahmati Allah SWT. Langsung saja saya jawab pertanyaan Saudara. Biasanya saya menggunakan teknik akupunktur untuk mengatasinya. Karena akupunktur berkenaan dengan keseimbangan energi, maka tidak ada titik akupuntur tertentu yang digunakan untuk mengobati HIV. Seorang ahli akupunktur akan menggunakan denyut nadi pasien dan mengamati lidahnya untuk mencari ketidakseimbangan aliran energinya (Qi).

Meski akupunktur tidak dapat mengobati jangkitan HIV, tapi banyak orang percaya bahwa akupunktur telah membantu mereka memperbaiki energi secara keseluruhan atau membantu menangani kesan samping pengubatan antiretroviral (ARV). Beberapa orang yang  telah menggunakan akupunktur untuk mengurangi rasa mual atau diare yang diakibatkan oleh pengobatan ini. Banyak juga yang merasai bahwa akupunktur mampu meringankan rasa sakit akibat neuropati.

Berdasarkan ketidakimbangan energi pasien, ahli akupunktur akan memilih titik akupuntur untuk distimulir. Pasien akan berbaring di atas kasur, tiarap atau telentang. Jarum-jarum dimasukkan pada titik-titik tertentu. Pasien mungkin akan merasa sedikit sakit, kesemutan atau rasa kebas selagi jarum ditusukkan.

Jarum-jarum ini dibiarkan pada tempatnya selama 30 hingga 45 menit. Selama itu, kebanyakan pasien akan merasa kantuk dan tertidur. Seseorang pasien mungkin juga akan mendapatkan perawatan tambahan untuk meningkatkan aliran energinya seperti pemberian moxa, sejenis rempah mugwort kering (adas). Moxa akan diaplikasikan di atas jarum akupunktur atau secara langsung di kulit dengan cara dibakar untuk menghasilkan rasa panas yang menusuk.

Efek sampingnya, beberapa orang akan merasa sakit sedikit, kaku atau kesemutan ketika jarum akupuntur ditusukkan. Dalam beberapa kasus, pasien merasa pusing atau mual selama akupunktur. Namun tak perlu khawatir, akupunktur memiliki efek samping yang amat sedikit dibandingkan pengobatan-pengobatan barat.

(M. Ferry Wong)

= Nasia Freemeta I

Sumber : http://www.jurnalbogor.com/?p=126382