SmS : 0812 8657 6168

mferrywong@yahoo.com

 

Konseling & Terapi

Home Care Therapy + Conseling

(Sesuai Perjanjian)

 

WA. 0812 8657 6168, BBM 7f9aaabc

 

SIPT : 448/77/SIPT/DINKES/XII/2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menunda Haid

by. M. Ferry Wong  

 

Menunda haid dapat dilakukan dengan cara mempertahankan kadar hormon progesteron di dalam tubuh. Kedatangan haid dapat ditunda atau dimajukan . Penundaan haid ditujukan untuk hal hal penting , seperti :

1. Keperluan menunaikan ibadah umroh maupun haji

2. Bulan Madu

3. Ujian

4. dll

 

Pengaturan waktu haid dapat dilakukan melalui teknologi di bidang terapi hormonal demikian menurut Prof. DR. med. Ali Baziad, SpOG(k) , kepala Divisi Imunoendokrinologi, Departemen Kebidanan dan Kandungan FKUI / RSCM .

Sebagaimana yang diketahui bahwa haid adalah darah yang keluar dari rahim seorang perempuan sehat dan bukan merupakan kelainan .

Rata rata panjang siklus haid adalah 21 35 hari

Lama haid antara 3 6 hari .

Haid yang normal adalah tanpa disertai nyeri yang hebat .

Siklus haid diatur oleh interaksi kompleks dari beberapa kelenjar endotrin reproduksi , yaitu :

1. Hipotalamus

2. Hipofisis

3. Ovarium

4. Endometrium

 

Beberapa proses terjadinya haid melalui beberapa fase , seperti :

1. Proliferasi

    Hari ke 5 14 , berlangsung pematangan folikel di ovarium yang didominasi hormon estrogen )

2. Transformasi

    Hari ke 14 21 , sel telur / ovum dipersiapkan untuk dibuahi yang didominasi hormon

    progesteron )

3. Sekresi

    Hari ke 21 28 , akan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron bila sel telur

    ternyata dibuahi )

4. Menstruasi

    Peluruhan dinding rahim )

 

Penurunan kadar hormon progesteron akan menyebabkan peluruhan dinding rahim yang tadinya menebal sebagai persiapan lokasi implantasi atau berkembangnya janin .

Terjadinya Haid karena penurunan kadar hormon Progesteron menurut Prof. DR. med. Ali Baziad, SpOG(k) .

Mempertahankan kadar hormon didalam tubuh dapat menunda datangnya haid karena lapisan dinding dalam rahim tidak akan menebal dan tidak akan meluruh sebagai haid .

Salah satu golongan hormon progesteron yang biasa diberikan untuk menunda haid adalah Norethisterone .

Haid tidak akan terjadi selama kadar progesteron tinggi . Berdasarkan riset klinis , Norethisterone  5mg mulai 3 ( tiga ) hari sebelum haid yang diperkirakan sampai 3 ( tiga ) hari sebelum waktu haid yang dinginkan , dapat menunda jangka pendek sampai dengan 14 hari , jelas Prof. DR. med. Ali Baziad, SpOG(k) .

Sedangkan untuk jangka panjang dapat dilakukan dengan minum Norethisterone  5mg mulai 7 ( tujuh ) hari sebelum haid diperkirakan sampai 2 ( dua ) hari sebelum hari terakhir haid yang dinginkan , jelas Prof. DR. med. Ali Baziad, SpOG(k) .

Norethisterone juga dapat digunakan sebagai terapi kelainan haid , seperti :

1. Pendarahan Uterus Disfungsional

2. Endomteriosis

3. Premenstual Syndrome

4. Amenore Primer maupun Sekunder

 

Testimonial

Saya mengalami gangguan menstruasi tidak teratur sejak tahun 2004 yang membuat saya tidak bisa hamil . Pertama kali saya berobat sedang mengalami 6 ( enam ) bulan berturut - turut tidak menstruasi . Akhirnya saya mengalami menstruasi setiap bulan setelah rutin terapi akupunktur .

Eva , 29 tahun , Tangerang 15224 , 14 Maret 2007

 

Hal yang membuat saya bahagia akhirnya datang juga setalah saya rutin menjalani terapi akupunktur . Bisa dibayangkan hal yang saya rasakan setelah 1 ( satu ) tahun 3 ( tiga ) bulan tidak mengalami menstruasi walaupun sudah berobat kemana - mana bahkan sampai ke salah satu rumah sakit " ME" di negara singapore yang tidak membawa hasil yang maksimal . Selama ini hanya diberikan obat untuk terapi hormon baru bisa menstuasi tetapi hal ini membuat kekuatiran saya akan ketergantungan obat hormon tersebut .Menurut dokter disana bahwa hormon saya di bawah normal sehingga kekurangan protein sehingga kulit muka saya juga mengalami flek dan kulit bercak - bercak putih . Sekarang keluhan tersebut sudah mulai hilang berangsur - angsur walaupun masih belum maksimal dan masih terus menjalankan terapi akupunktur . 

Mia , 41 tahun , Jakarta Selatan , 18 Feb 2008